Artikel


1.  Pemenuhan Kebutuhan Dasar Personal Hygiene
PENGERTIAN PERSONAL HYGIENE
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene yang berarti sehat. Kebersihan perorangan adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. (Tarwoto, Wartonah, 2006 : 78).
Kebersihan diri atau personal hygiene dan lingkungan merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, oleh karena itu sudah seharusnya kita sebagai manusia untuk selalu memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan kita agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Perawat hendaknya mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai kebersihan diri dan lingkungan ini, sebagai bekal untuk merawat dirinya sendiri juga untuk merawat orang lain dalam hal ini adalah pasien, baik di Rumah Sakit, Keluarga maupun di masyarakat.

MACAM-MACAM PERSONAL HYGIENE
Macam – Macam Personal Hygiene
a.   Perawatan kulit kepala dan rambut
b.   Perawatan mata
c.   Perawatan hidung
d.   Perawatan telinga
e.   Perawatan kuku dan tangan
f.    Perawatan genetalia
g.   Perawatan kulit seluruh tubuh
h.   Perawatan tubuh secara keseluruhan


TIPE KEPERAWATAN DIRI
JENIS-JENIS PERAWATAN DIRI MENURUT (Depkes. 2000) yaitu :
1. Kurang perawatan diri = mandi / kebersihan
Gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi / kebersihan diri.
2. Kurang perawatan diri = mengenakan pakaian / berhias
Gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan diri.
3. Kurang perawatan diri = makan
Gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan.
4. Kurang perawatan diri = toileting
Gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri.

PRINSIP DASAR DALAM MENGIKUTI PROSEDUR PERAWATAN DIRI

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERSIHAN DIRI
Faktor – factor yang mempengaruhi personal hygiene
Yang merupakan faktor presiptasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi, kerusakan kognisi atau perceptual, cemas, lelah/lemah yang dialami individu sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri.
a.   Body image
Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
b.   Praktik social
Pada anak – anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
c.   Status Sosial Ekonomi
Personal hygiene memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
d.   Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan kesehatan, misalnya pada pasien penderita Diabetes Melitus ia harus selalu menjaga kebersihan kakinya.
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN KEBERSIHAN DIRI
ASUHAN KEPERAWATAN
DIAGNOSA            : Penurunan  Kemampuan  Dan Motivasi Merawat  Diri.


INTERVENSI
RASIONAL
TUM I :Klien dapat meningkatkan minat dan motivasinya untuk memperhatikan kebersihan diri.
TUK I : klien merasa dihargai
INTERVENSI
a. Berikan salam setiap berinteraksi.
b. Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan.
c. Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien.
d. Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi.
e. Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien.
f. Buat kontrak interaksi yang jelas.
g. Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati.
h. Penuhi kebutuhan dasar klien.






-Klien merasa dihargai




  -Hubungan saling percaya sebagai dasar       interaksi perawat dan klien.
-Mengetahui masalah yang dialami oleh klien.
Respon yang positif dari klien menujukan tanda adanya kemajuan dalam berinteraksi
-Agar klien merasa diperhatikan.

-Agar klien merasa diperhatikan.
TUM II : pasien dapat mengerti dan meningkatkan pengetahuan tentang perawatan diri

TUK II : klien dapat mengenal tentang pentingnya kebersihan diri.
INTERVENSI
a. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik.
b. Diskusikan bersama klien pentingnya kebersihan diri dengan cara menjelaskan pengertian tentang arti bersih dan tanda- tanda bersih.
c. Dorong klien untuk menyebutkan 3 dari 5 tanda kebersihan diri.
d. Diskusikan fungsi kebersihan diri dengan menggali pengetahuan klien terhadap hal yang berhubungan dengan kebersihan diri.
e. Bantu klien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan memelihara kebersihan diri.
f. Beri reinforcement positif setelah klien mampu mengungkapkan arti kebersihan diri.
g. Ingatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti: mandi 2 kali pagi dan sore, sikat gigi minimal 2 kali sehari (sesudah makan dan sebelum tidur), keramas dan menyisir rambut, gunting kuku jika panjang.
mengadakan fasilitas kebersihan diri seperti odol, sikat gigi, shampoo, pakaian ganti, handuk.








-Hubungan saling percaya sebagai dasar  interaksi perawat dan klien.
-Membantu klien agar mengerti apa itu kebersihan diri dengan penjelasan-penjelasan yang singkat dan mudah dimengerti

-Membuat klien aktif dalam komunikasi, untuk mengetahui ada tidaknya perhatian dari klien
-Mengetahui potensi pengetahuan klien    tentang kebersihan diri

-membantu pasien untuk mengerti mengenai kebersihan diri
- Meningkatkan harga diri klien.


-Membantu klien untuk menggingat hal-hal yang berhubungan dengan  perawatan diri
TUM   III :  agar klien merasa diperhatikan
TUK III : Klien dapat melakukan kebersihan diri dengan bantuan perawat.
INTERVENSI
a. Motivasi klien untuk mandi.
b. Beri kesempatan untuk mandi, beri kesempatan klien untuk mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan diri yang benar.
c. Anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari.
d. Kaji keinginan klien untuk memotong kuku dan merapikan rambut.





- Mendorong klien untuk merawat diri
- Mengetahui seberapa besar kemampuan klien dalam memperaktekkan cara memelihara kebersihan diri.
-Membiasakan pasien untuk hidup bersih

-Mengetahui tindakan yang perlu dilakukan pada klien dalam menjaga kebersihan diri.
TUM  IV :  Klien dapat mengimplementasikan cara perawatan diri
TUK IV : Klien dapat melakukan kebersihan perawatan diri secara mandiri.
INTERVENSI
Monitor klien
dalam melakukan kebersihan diri secara teratur, ingatkan untuk mencuci rambut, menyisir, gosok gigi, ganti baju dan pakai sandal.






-Mengetahui tindakan yang dilakukan dalam merawat dirinya.


TUM V  : Membiasakan klien dalam melakukan perawatan diri
TUK V : Klien dapat mempertahankan kebersihan diri secara mandiri.
INTERVENSI
Beri reinforcement positif jika berhasil melakukan kebersihan diri.








Meningkatkan harga diri klien.
TUM VI : klien merasa diperhatikan oleh keluarga
TUK VI : Klien dapat dukungan keluarga dalam meningkatkan kebersihan diri.
INTERVENSI
a. Jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnya klien menjaga kebersihan diri.
b. Diskusikan bersama keluarga tentang tindakanyang telah dilakukan klien selama di RS
dalam menjaga kebersihan dan kemajuan yang telah dialami di RS.
c. Anjurkan keluarga untuk memutuskan memberi stimulasi terhadap kemajuan yang telah dialami di RS.
d. Jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap
dalam menjaga kebersihan diri klien.
e. Anjurkan keluarga untuk menyiapkan sarana
dalam menjaga kebersihan diri.
f. Diskusikan bersama keluarga cara membantu klien
dalam menjaga kebersihan diri.
g. Diskusikan dengan keluarga mengenai hal yang dilakukan misalnya: mengingatkan pada waktu mandi, sikat gigi, mandi, keramas, dan lain-lain.






-Memberikan pendidikan keperawatan jiwa kepada keluarga

-Membangun kerja sama antara perawat dan keluarga klien


-Mengetahui tindakan yang dilakukan selanjutnya oleh keluarga dalam merawat klien.
-Membantu klien untuk mengerti manfaat dari
   sarana yang disediakan bagi klien
    
-Menigkatkan partisipasi aktif dalam menyediakan kebutuhan klien
- Meningkatkan pengetahuan keluarga tentang cara merawat klien.
-Agar klien merasa diperhatikann oleh keluarga



PROSEDUR MEMENDIKAN KLIEN
Pengertian Memandikan Pasien di Tempat Tidur adalah :
Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikannya di tempat tidur.
Tujuan Memandikan Pasien di Tempat Tidur :
Memandikan Pasien
1. Menjaga kebersihan tubuh, menghilangkan bau badan.
2. Mengurangi infeksi akibat kulit kotor.
3. Memperlancar sistem peredaran darah, syaraf dan merelaksasikan otot.
4. Menambah kenyamanan pasien.
Memandikan Pasien di Tempat Tidur dilakukan :
1. Pada pasien baru, terutama bila kotor sekali dan keadaan umumnya memungkinkan.
2. Pada pasien yang dirawat, sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan kondisinya.
Alat dan bahan Memandikan Pasien Di Tempat Tidur :
1. Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat
2. Pakaian pengganti
3. Kain penutup
4. Handuk besar
5. Handuk kecil untuk mengeringkan badan
6. Sarung tangan pengusap/waslap
7. Tempat untuk pakaian kotor
8. Sampiran
9. Sabun.
Persiapan pasien :
1. Pasien diberi penjelasan dan dianjurkan untuk BAK atau BAB dulu  (bila pasien sadar)
2. Jika kondisi memungkinkan, libatkan pasien untuk melakukan tindakan
3. Dalam melakukan tindakan perawat harus memperhatikan keamanan dirinya sendiri dengan memakai schort, handschoen ataupun masker.
Prosedur kerja Memandikan Pasien Di Tempat Tidur
1. Pintu, jendela atau gorden ditutup, gunakan sampiran bila perlu.
2. Cuci tangan, gunakan schort, handschoen ataupun masker.
3. Selimut dan bantal dipindahkan dari tempat tidur. Bila masih dibutuhkan, bantal digunakan seperlunya.
4. Perawat berdiri disisi kiri atau kanan pasien.
5. Atur posisi pasien.
6. Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan handuk di bawah kepala, kemudian bersihkan muka, telinga, dan leher dengan waslap. Keringkan dengan handuk.
7. Kain penutup diturukan, kedua tangan  pasien diangkat dan pindahkan handuk di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kedua tangan ke posisi awal diatas handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Keringkan dengan handuk.
8. Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di  sisi pasien, bersihkan daerah dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk
9. Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai glutea dan basahi punggung hingga glutea, lalu keringkan dengan handuk. Selanjutnya miringkan pasien  ke kanan dan lakukan hal yang sama. Kemudian kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
10. Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh didahulukan dan keringkan dengan handuk..
11. Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia.
12. Setelah selesai, pasang kembali pakaian dengan rapi.
13. Alat dibereskan, lingkungan diatur kembali.
14. Cuci tangan.


PROSEDUR SHAMPOOING
Standar Operasional Prosedur Keperawatan (SOP) MENCUCI RAMBUT persiapan OSCA Jateng (Jawa Tengah)




STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR


PENGERTIAN
Mencuci rambut dan kulit kepala dengan mempergunakn shampoo
TUJUAN
1.   Membersihkan kulit kepala dan rambut
2.   Menghilangkan bau dan memberikan rasa nyaman
KEBIJAKAN
1.   Pasien yang rambutnya kotor
2.   Pada pasien yang akan menjalani operasi besar
3.   Setelah dipasang kap kutu
PETUGAS
Perawat
PERALATAN
1.   Handuk 2 buah
2.   Talang
3.   Peniti
4.   Kain pel
5.   Baskom berisi air hangat
6.   Gayung
7.   Shampoo dalam tempatnya
8.   Sisir 2 buah
9.   Kain kassa dan kapas
10.                Ember kosong
11.                Sarung tangan bersih
12.                Bengkok berisi larutan desinfektan 2 – 3 %
13.                Celemek untuk petugas
14.                Alat pengering rambut
PROSEDUR
PELAKSANAAN
A.   Tahap Pra Interaksi
1.   Melakukan pengecekan program terapi
2.   Mencuci tangan
3.   Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
B.   Tahap Orientasi
1.   Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2.   Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
3.   Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
C.   Tahap Kerja
1.   Menjaga privacy
2.   Mengenakan sarung tangan dan celemek
3.   Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
4.   Mengatur posisi tidur pasien dengan kepala dipinggir tempat tidur
5.   Memasang handuk dibawah kepala
6.   Memasang ember dialasi kain pel
7.   Memasang talang dengan ujung berada didalam ember
8.   Menutup dada dengan handuk sampai ke leher
9.   Menyisir rambut
10.                Menutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan kain kassa/sapu tanganpasien
11.                Menyiram dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit) kulit kepala dan rambut dengan shampoo
12.                Membilas rambut dengan air hangat sampai bersih
13.                Melepas kapas penutup lubang telinga dan kain kassa penutup mata
14.                Mengangkat talang, mengeringkan rambut dengan handuk, kemudian dengan pengering
15.                Menyisir rambut
16.                Meletakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk kering
17.                Merapikan pasien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur
D.  Tahap Terminasi
1.   Mengevaluasi hasil tindakan
2.   Berpamitan dengan pasien
3.   Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
4.   Mencuci tangan
5.   Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN
MENCUCI RAMBUT

No
ASPEK YANG DINILAI
BOBOT
NILAI
0
1
2
A
ALAT




1
Handuk 2 buah
1



2
Talang
2



3
Peniti
0,5



4
Kain pel
0,5



5
Baskom berisi air hangat
1



6
Gayung
0,5



7
Shampoo dalam tempatnya
0,5



8
Sisir 2 buah
0,5



9
Kain kassa dan kapas
0,5



10
Ember kosong
0,5



11
Sarung tangan bersih
0,5



12
Bengkok berisi larutan desinfektan 2 – 3 %
1



13
Celemek untuk petugas
0,5



14
Alat pengering rambut
0,5



B
Tahap Pra Interaksi




1
Melakukan verifikasi program pengobatan klien
1



2
Mencuci tangan
2



3
Menempatkan alat didekat pasien dengan benar
1



C
Tahap Orientasi




1
Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
1



2
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
2



3
Menayakan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan
1



D
Tahap Kerja




1
Menjaga privacy
1



2
Mengenakan sarung tangan dan celemek
1



3
Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
1



4
Mengatur posisi tidur pasien dengan kepala dipinggir tempat tidur
2



5
Memasang handuk dibawah kepala
1



6
Memasang ember dialasi kain pel
1



7
Memasang talang dengan ujung berada didalam ember
4



8
Menutup dada dengan handuk sampai ke leher
1



9
Menyisir rambut
1



10
Menutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan kain kassa/sapu tanganpasien
2



11
Menyiram dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit) kulit kepala dan rambut dengan shampoo
6



12
Membilas rambut dengan air hangat sampai bersih
3



13
Melepas kapas penutup lubang telinga dan kain kassa penutup mata
1



14
Mengangkat talang, mengeringkan rambut dengan handuk, kemudian dengan pengering
2



15
Menyisir rambut
1



16
Meletakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk kering
1



17
Merapikan pasien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur
1



E
Tahap Terminasi




1
Mengevaluasi hasil tindakan
1



2
Berpamitan dengan pasien
1



3
Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
1



4
Mencuci tangan
1



5
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
1




TOTAL
50




Read more: SOP MENCUCI RAMBUT


PROSEDUR VULVA HYGIENE

Tujuan Hygiene vulva

1.   Mencegah terjadinya infeksi pada luka
2.   Menjaga kebersihan vulva

Alat dan bahan

1.   Kapas sublimat atau desinfektan
2.   Pinset
3.   Bengkok
4.   Pispot
5.   Tempat cebok yang berisi larutan
6.   Desinfektan sesuai dengan kebutuhan
7.   Pengalas
8.   Sarung tangan

Prosedur kerja Hygiene vulva

1.   Jelaskan prosedur pada klien
2.   Cuci tangan
3.   Atur posisi pasien (Manusia coba) dengan dorsal recumbent
4.   Pasang pengalas dan pispot di letakkan dibawah bokong pasien
5.   Gunakan sarung tangan
6.   Lakukan tindakan hygiene vulva dengan tangan kiri membuka vulva memakai kapas sublimat dan tangan kanan menyiram vulva dengan larutan desinfektan
7.   Kemudian, ambil kapas sublimat dengan pinset, lalu bersihkan vulva dari atas kebawah dan kapas kotor di buang ke bengkok. Lakukan hingga bersih
8.   Setelah selesai, ambil pispot dan atur posisi pasien
9.   Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar