1. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Personal Hygiene
PENGERTIAN PERSONAL HYGIENE
Personal Hygiene
berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene
yang berarti sehat. Kebersihan perorangan adalah suatu tindakan untuk
memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan
psikis. (Tarwoto, Wartonah, 2006 : 78).
Kebersihan diri atau personal hygiene dan
lingkungan merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, oleh karena itu
sudah seharusnya kita sebagai manusia untuk selalu memperhatikan kebersihan
diri dan lingkungan kita agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Perawat
hendaknya mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai kebersihan diri dan
lingkungan ini, sebagai bekal untuk merawat dirinya sendiri juga untuk merawat
orang lain dalam hal ini adalah pasien, baik di Rumah Sakit, Keluarga maupun di
masyarakat.
MACAM-MACAM PERSONAL HYGIENE
Macam – Macam Personal Hygiene
a.
Perawatan kulit kepala dan rambut
b.
Perawatan mata
c.
Perawatan hidung
d.
Perawatan telinga
e.
Perawatan kuku dan tangan
f.
Perawatan genetalia
g.
Perawatan kulit seluruh tubuh
h.
Perawatan tubuh secara
keseluruhan
Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikannya di tempat tidur.
Tujuan Memandikan Pasien di Tempat Tidur :
Memandikan Pasien
1. Menjaga kebersihan tubuh, menghilangkan bau badan.
2. Mengurangi infeksi akibat kulit kotor.
3. Memperlancar sistem peredaran darah, syaraf dan merelaksasikan otot.
4. Menambah kenyamanan pasien.
Memandikan Pasien di Tempat Tidur dilakukan :
1. Pada pasien baru, terutama bila kotor sekali dan keadaan umumnya memungkinkan.
2. Pada pasien yang dirawat, sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan kondisinya.
Alat dan bahan Memandikan Pasien Di Tempat Tidur :
1. Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat
2. Pakaian pengganti
3. Kain penutup
4. Handuk besar
5. Handuk kecil untuk mengeringkan badan
6. Sarung tangan pengusap/waslap
7. Tempat untuk pakaian kotor
8. Sampiran
9. Sabun.
Persiapan pasien :
1. Pasien diberi penjelasan dan dianjurkan untuk BAK atau BAB dulu (bila pasien sadar)
2. Jika kondisi memungkinkan, libatkan pasien untuk melakukan tindakan
3. Dalam melakukan tindakan perawat harus memperhatikan keamanan dirinya sendiri dengan memakai schort, handschoen ataupun masker.
Prosedur kerja Memandikan Pasien Di Tempat Tidur
1. Pintu, jendela atau gorden ditutup, gunakan sampiran bila perlu.
2. Cuci tangan, gunakan schort, handschoen ataupun masker.
3. Selimut dan bantal dipindahkan dari tempat tidur. Bila masih dibutuhkan, bantal digunakan seperlunya.
4. Perawat berdiri disisi kiri atau kanan pasien.
5. Atur posisi pasien.
6. Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan handuk di bawah kepala, kemudian bersihkan muka, telinga, dan leher dengan waslap. Keringkan dengan handuk.
7. Kain penutup diturukan, kedua tangan pasien diangkat dan pindahkan handuk di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kedua tangan ke posisi awal diatas handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Keringkan dengan handuk.
8. Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di sisi pasien, bersihkan daerah dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk
9. Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai glutea dan basahi punggung hingga glutea, lalu keringkan dengan handuk. Selanjutnya miringkan pasien ke kanan dan lakukan hal yang sama. Kemudian kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
10. Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh didahulukan dan keringkan dengan handuk..
11. Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia.
12. Setelah selesai, pasang kembali pakaian dengan rapi.
13. Alat dibereskan, lingkungan diatur kembali.
14. Cuci tangan.
Read more: SOP MENCUCI RAMBUT
TIPE KEPERAWATAN DIRI
JENIS-JENIS
PERAWATAN DIRI MENURUT (Depkes. 2000) yaitu :
1. Kurang perawatan diri = mandi / kebersihan
Gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi / kebersihan diri.
2. Kurang perawatan diri = mengenakan pakaian / berhias
Gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan diri.
3. Kurang perawatan diri = makan
Gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan.
4. Kurang perawatan diri = toileting
Gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri.
1. Kurang perawatan diri = mandi / kebersihan
Gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas mandi / kebersihan diri.
2. Kurang perawatan diri = mengenakan pakaian / berhias
Gangguan kemampuan memakai pakaian dan aktivitas berdandan diri.
3. Kurang perawatan diri = makan
Gangguan kemampuan untuk menunjukkan aktivitas makan.
4. Kurang perawatan diri = toileting
Gangguan kemampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas toileting sendiri.
PRINSIP DASAR DALAM
MENGIKUTI PROSEDUR PERAWATAN DIRI
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERSIHAN DIRI
Faktor – factor yang mempengaruhi
personal hygiene
Yang merupakan
faktor presiptasi deficit perawatan diri adalah kurang penurunan motivasi,
kerusakan kognisi atau perceptual, cemas, lelah/lemah yang dialami individu
sehingga menyebabkan individu kurang mampu melakukan perawatan diri.
a.
Body image
Gambaran individu
terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya karena adanya
perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya.
b.
Praktik social
Pada anak – anak
selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan
pola personal hygiene.
c.
Status Sosial Ekonomi
Personal hygiene
memerlukan alat dan bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, sampo, alat
mandi yang semuanya memerlukan uang untuk menyediakannya.
d.
Pengetahuan
Pengetahuan personal
hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat meningkatkan
kesehatan, misalnya pada pasien penderita Diabetes Melitus ia harus selalu
menjaga kebersihan kakinya.
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN
GANGGUAN KEBERSIHAN DIRI
ASUHAN KEPERAWATAN
DIAGNOSA
: Penurunan Kemampuan Dan Motivasi Merawat Diri.
|
INTERVENSI
|
RASIONAL
|
|
TUM I :Klien dapat meningkatkan minat dan
motivasinya untuk memperhatikan kebersihan diri.
TUK I : klien merasa dihargai
INTERVENSI
a. Berikan salam setiap berinteraksi. b. Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan. c. Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien. d. Tunjukan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi. e. Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien. f. Buat kontrak interaksi yang jelas. g. Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati. h. Penuhi kebutuhan dasar klien. |
-Klien merasa dihargai
-Hubungan saling percaya sebagai dasar interaksi perawat dan klien.
-Mengetahui masalah yang
dialami oleh klien.
Respon yang positif dari klien
menujukan tanda adanya kemajuan dalam berinteraksi
-Agar klien merasa
diperhatikan.
-Agar klien merasa diperhatikan.
|
|
TUM
II : pasien dapat mengerti dan meningkatkan pengetahuan tentang perawatan
diri
TUK
II : klien dapat mengenal tentang pentingnya kebersihan diri.
INTERVENSI
a. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik. b. Diskusikan bersama klien pentingnya kebersihan diri dengan cara menjelaskan pengertian tentang arti bersih dan tanda- tanda bersih. c. Dorong klien untuk menyebutkan 3 dari 5 tanda kebersihan diri. d. Diskusikan fungsi kebersihan diri dengan menggali pengetahuan klien terhadap hal yang berhubungan dengan kebersihan diri. e. Bantu klien mengungkapkan arti kebersihan diri dan tujuan memelihara kebersihan diri. f. Beri reinforcement positif setelah klien mampu mengungkapkan arti kebersihan diri. g. Ingatkan klien untuk memelihara kebersihan diri seperti: mandi 2 kali pagi dan sore, sikat gigi minimal 2 kali sehari (sesudah makan dan sebelum tidur), keramas dan menyisir rambut, gunting kuku jika panjang.
mengadakan fasilitas kebersihan
diri seperti odol, sikat gigi, shampoo, pakaian ganti, handuk.
|
-Hubungan saling
percaya sebagai dasar interaksi
perawat dan klien.
-Membantu klien
agar mengerti apa itu kebersihan diri dengan penjelasan-penjelasan yang
singkat dan mudah dimengerti
-Membuat klien aktif
dalam komunikasi, untuk mengetahui ada tidaknya perhatian dari klien
-Mengetahui potensi
pengetahuan klien tentang kebersihan
diri
-membantu pasien
untuk mengerti mengenai kebersihan diri
- Meningkatkan harga diri
klien.
-Membantu klien
untuk menggingat hal-hal yang berhubungan dengan perawatan diri
|
|
TUM III
: agar klien merasa diperhatikan
TUK III : Klien dapat melakukan kebersihan diri
dengan bantuan perawat.
INTERVENSI a. Motivasi klien untuk mandi. b. Beri kesempatan untuk mandi, beri kesempatan klien untuk mendemonstrasikan cara memelihara kebersihan diri yang benar. c. Anjurkan klien untuk mengganti baju setiap hari. d. Kaji keinginan klien untuk memotong kuku dan merapikan rambut. |
- Mendorong klien untuk merawat
diri
- Mengetahui
seberapa besar kemampuan klien dalam memperaktekkan cara memelihara
kebersihan diri.
-Membiasakan pasien untuk hidup
bersih
-Mengetahui
tindakan yang perlu dilakukan pada klien dalam menjaga kebersihan diri.
|
|
TUM IV : Klien dapat mengimplementasikan cara
perawatan diri
TUK IV : Klien dapat melakukan kebersihan perawatan
diri secara mandiri.
INTERVENSI Monitor klien dalam melakukan kebersihan diri secara teratur, ingatkan untuk mencuci rambut, menyisir, gosok gigi, ganti baju dan pakai sandal. |
-Mengetahui
tindakan yang dilakukan dalam merawat dirinya.
|
|
TUM
V : Membiasakan klien dalam melakukan
perawatan diri
TUK
V : Klien dapat mempertahankan kebersihan diri secara mandiri.
INTERVENSI
Beri reinforcement positif jika berhasil melakukan kebersihan diri. |
Meningkatkan harga diri klien.
|
|
TUM
VI : klien merasa diperhatikan oleh keluarga
INTERVENSI
a. Jelaskan pada keluarga tentang penyebab kurang minatnya klien menjaga kebersihan diri. b. Diskusikan bersama keluarga tentang tindakanyang telah dilakukan klien selama di RS dalam menjaga kebersihan dan kemajuan yang telah dialami di RS. c. Anjurkan keluarga untuk memutuskan memberi stimulasi terhadap kemajuan yang telah dialami di RS. d. Jelaskan pada keluarga tentang manfaat sarana yang lengkap dalam menjaga kebersihan diri klien. e. Anjurkan keluarga untuk menyiapkan sarana dalam menjaga kebersihan diri. f. Diskusikan bersama keluarga cara membantu klien dalam menjaga kebersihan diri. g. Diskusikan dengan keluarga mengenai hal yang dilakukan misalnya: mengingatkan pada waktu mandi, sikat gigi, mandi, keramas, dan lain-lain. |
-Memberikan
pendidikan keperawatan jiwa kepada keluarga
-Membangun kerja
sama antara perawat dan keluarga klien
-Mengetahui
tindakan yang dilakukan selanjutnya oleh keluarga dalam merawat klien.
-Membantu klien untuk mengerti
manfaat dari
sarana yang disediakan bagi klien
-Menigkatkan
partisipasi aktif dalam menyediakan kebutuhan klien
- Meningkatkan
pengetahuan keluarga tentang cara merawat klien.
-Agar klien merasa
diperhatikann oleh keluarga
|
PROSEDUR MEMENDIKAN KLIEN
Pengertian Memandikan Pasien di Tempat Tidur
adalah :Suatu tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikannya di tempat tidur.
Tujuan Memandikan Pasien di Tempat Tidur :
Memandikan Pasien
1. Menjaga kebersihan tubuh, menghilangkan bau badan.
2. Mengurangi infeksi akibat kulit kotor.
3. Memperlancar sistem peredaran darah, syaraf dan merelaksasikan otot.
4. Menambah kenyamanan pasien.
Memandikan Pasien di Tempat Tidur dilakukan :
1. Pada pasien baru, terutama bila kotor sekali dan keadaan umumnya memungkinkan.
2. Pada pasien yang dirawat, sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan kondisinya.
Alat dan bahan Memandikan Pasien Di Tempat Tidur :
1. Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat
2. Pakaian pengganti
3. Kain penutup
4. Handuk besar
5. Handuk kecil untuk mengeringkan badan
6. Sarung tangan pengusap/waslap
7. Tempat untuk pakaian kotor
8. Sampiran
9. Sabun.
Persiapan pasien :
1. Pasien diberi penjelasan dan dianjurkan untuk BAK atau BAB dulu (bila pasien sadar)
2. Jika kondisi memungkinkan, libatkan pasien untuk melakukan tindakan
3. Dalam melakukan tindakan perawat harus memperhatikan keamanan dirinya sendiri dengan memakai schort, handschoen ataupun masker.
Prosedur kerja Memandikan Pasien Di Tempat Tidur
1. Pintu, jendela atau gorden ditutup, gunakan sampiran bila perlu.
2. Cuci tangan, gunakan schort, handschoen ataupun masker.
3. Selimut dan bantal dipindahkan dari tempat tidur. Bila masih dibutuhkan, bantal digunakan seperlunya.
4. Perawat berdiri disisi kiri atau kanan pasien.
5. Atur posisi pasien.
6. Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan handuk di bawah kepala, kemudian bersihkan muka, telinga, dan leher dengan waslap. Keringkan dengan handuk.
7. Kain penutup diturukan, kedua tangan pasien diangkat dan pindahkan handuk di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kedua tangan ke posisi awal diatas handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Keringkan dengan handuk.
8. Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di sisi pasien, bersihkan daerah dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk
9. Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai glutea dan basahi punggung hingga glutea, lalu keringkan dengan handuk. Selanjutnya miringkan pasien ke kanan dan lakukan hal yang sama. Kemudian kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
10. Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh didahulukan dan keringkan dengan handuk..
11. Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia.
12. Setelah selesai, pasang kembali pakaian dengan rapi.
13. Alat dibereskan, lingkungan diatur kembali.
14. Cuci tangan.
PROSEDUR SHAMPOOING
Standar Operasional Prosedur Keperawatan (SOP)
MENCUCI RAMBUT persiapan OSCA
Jateng (Jawa Tengah)|
|
|||
|
|
|
|
|
|
STANDAR
OPERASIONAL PROSEDUR |
|
|
|
|
PENGERTIAN
|
Mencuci rambut dan kulit kepala dengan mempergunakn
shampoo |
||
|
TUJUAN
|
1.
Membersihkan
kulit kepala dan rambut
2.
Menghilangkan
bau dan memberikan rasa nyaman
|
||
|
KEBIJAKAN
|
1.
Pasien yang
rambutnya kotor
2.
Pada pasien
yang akan menjalani operasi besar
3.
Setelah
dipasang kap kutu
|
||
|
PETUGAS
|
Perawat |
||
|
PERALATAN
|
1.
Handuk 2 buah
2.
Talang
3.
Peniti
4.
Kain pel
5.
Baskom berisi
air hangat
6.
Gayung
7.
Shampoo dalam
tempatnya
8.
Sisir 2 buah
9.
Kain kassa dan
kapas
10.
Ember kosong
11.
Sarung tangan
bersih
12.
Bengkok berisi
larutan desinfektan 2 – 3 %
13.
Celemek untuk
petugas
14.
Alat pengering
rambut
|
||
|
PROSEDUR
PELAKSANAAN |
A.
Tahap Pra
Interaksi
1.
Melakukan
pengecekan program terapi
2.
Mencuci tangan
3.
Menempatkan
alat di dekat pasien dengan benar
B.
Tahap
Orientasi
1.
Memberikan
salam dan menyapa nama pasien
2.
Menjelaskan
tujuan dan prosedur pelaksanaan
3.
Menanyakan
persetujuan dan kesiapan klien
C.
Tahap Kerja
1.
Menjaga
privacy
2.
Mengenakan
sarung tangan dan celemek
3.
Mengganti
selimut klien dengan selimut mandi
4.
Mengatur
posisi tidur pasien dengan kepala dipinggir tempat tidur
5.
Memasang
handuk dibawah kepala
6.
Memasang ember
dialasi kain pel
7.
Memasang
talang dengan ujung berada didalam ember
8.
Menutup dada
dengan handuk sampai ke leher
9.
Menyisir
rambut
10.
Menutup lubang
telinga dengan kapas dan mata dengan kain kassa/sapu tanganpasien
11.
Menyiram
dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit) kulit kepala dan rambut dengan
shampoo
12.
Membilas
rambut dengan air hangat sampai bersih
13.
Melepas kapas
penutup lubang telinga dan kain kassa penutup mata
14.
Mengangkat
talang, mengeringkan rambut dengan handuk, kemudian dengan pengering
15.
Menyisir
rambut
16.
Meletakkan
kepala pada bantal yang telah dialasi handuk kering
17.
Merapikan
pasien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur
D.
Tahap
Terminasi
1.
Mengevaluasi
hasil tindakan
2.
Berpamitan
dengan pasien
3.
Membereskan
dan kembalikan alat ke tempat semula
4.
Mencuci tangan
5.
Mencatat
kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
|
||
|
No |
ASPEK YANG
DINILAI
|
BOBOT
|
NILAI
|
||
|
0
|
1
|
2
|
|||
|
A
|
ALAT |
|
|
|
|
|
1
|
Handuk 2 buah |
1
|
|
|
|
|
2
|
Talang |
2
|
|
|
|
|
3
|
Peniti |
0,5
|
|
|
|
|
4
|
Kain pel |
0,5
|
|
|
|
|
5
|
Baskom berisi air hangat |
1
|
|
|
|
|
6
|
Gayung |
0,5
|
|
|
|
|
7
|
Shampoo dalam tempatnya |
0,5
|
|
|
|
|
8
|
Sisir 2 buah |
0,5
|
|
|
|
|
9
|
Kain kassa dan kapas |
0,5
|
|
|
|
|
10
|
Ember kosong |
0,5
|
|
|
|
|
11
|
Sarung tangan bersih |
0,5
|
|
|
|
|
12
|
Bengkok berisi larutan desinfektan 2 – 3 % |
1
|
|
|
|
|
13
|
Celemek untuk petugas |
0,5
|
|
|
|
|
14
|
Alat pengering rambut |
0,5
|
|
|
|
|
B
|
Tahap Pra Interaksi |
|
|
|
|
|
1
|
Melakukan verifikasi program pengobatan klien |
1
|
|
|
|
|
2
|
Mencuci tangan |
2
|
|
|
|
|
3
|
Menempatkan alat didekat pasien dengan benar |
1
|
|
|
|
|
C
|
Tahap Orientasi |
|
|
|
|
|
1
|
Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik |
1
|
|
|
|
|
2
|
Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada
klien/keluarga |
2
|
|
|
|
|
3
|
Menayakan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan |
1
|
|
|
|
|
D
|
Tahap Kerja |
|
|
|
|
|
1
|
Menjaga privacy |
1
|
|
|
|
|
2
|
Mengenakan sarung tangan dan celemek |
1
|
|
|
|
|
3
|
Mengganti selimut klien dengan selimut mandi |
1
|
|
|
|
|
4
|
Mengatur posisi tidur pasien dengan kepala dipinggir
tempat tidur |
2
|
|
|
|
|
5
|
Memasang handuk dibawah kepala |
1
|
|
|
|
|
6
|
Memasang ember dialasi kain pel |
1
|
|
|
|
|
7
|
Memasang talang dengan ujung berada didalam ember |
4
|
|
|
|
|
8
|
Menutup dada dengan handuk sampai ke leher |
1
|
|
|
|
|
9
|
Menyisir rambut |
1
|
|
|
|
|
10
|
Menutup lubang telinga dengan kapas dan mata dengan
kain kassa/sapu tanganpasien |
2
|
|
|
|
|
11
|
Menyiram dengan air hangat, menggosok (memijit-mijit)
kulit kepala dan rambut dengan shampoo |
6
|
|
|
|
|
12
|
Membilas rambut dengan air hangat sampai bersih |
3
|
|
|
|
|
13
|
Melepas kapas penutup lubang telinga dan kain kassa
penutup mata |
1
|
|
|
|
|
14
|
Mengangkat talang, mengeringkan rambut dengan handuk,
kemudian dengan pengering |
2
|
|
|
|
|
15
|
Menyisir rambut |
1
|
|
|
|
|
16
|
Meletakkan kepala pada bantal yang telah dialasi handuk
kering |
1
|
|
|
|
|
17
|
Merapikan pasien, ganti selimut mandi dengan selimut
tidur |
1
|
|
|
|
|
E
|
Tahap Terminasi |
|
|
|
|
|
1
|
Mengevaluasi hasil tindakan |
1
|
|
|
|
|
2
|
Berpamitan dengan pasien |
1
|
|
|
|
|
3
|
Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula |
1
|
|
|
|
|
4
|
Mencuci tangan |
1
|
|
|
|
|
5
|
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan |
1
|
|
|
|
|
|
TOTAL
|
50
|
|
|
|
Read more: SOP MENCUCI RAMBUT
PROSEDUR VULVA HYGIENE
Tujuan Hygiene vulva
1.
Mencegah
terjadinya infeksi pada luka
2.
Menjaga
kebersihan vulva
Alat dan bahan
1.
Kapas sublimat
atau desinfektan
2.
Pinset
3.
Bengkok
4.
Pispot
5.
Tempat cebok
yang berisi larutan
6.
Desinfektan
sesuai dengan kebutuhan
7.
Pengalas
8.
Sarung tangan
Prosedur kerja Hygiene vulva
1.
Jelaskan
prosedur pada klien
2.
Cuci tangan
3.
Atur posisi
pasien (Manusia coba) dengan dorsal recumbent
4.
Pasang pengalas
dan pispot di letakkan dibawah bokong pasien
5.
Gunakan sarung
tangan
6.
Lakukan tindakan
hygiene vulva dengan tangan kiri membuka vulva memakai kapas sublimat dan
tangan kanan menyiram vulva dengan larutan desinfektan
7.
Kemudian, ambil
kapas sublimat dengan pinset, lalu bersihkan vulva dari atas kebawah dan kapas
kotor di buang ke bengkok. Lakukan hingga bersih
8.
Setelah selesai,
ambil pispot dan atur posisi pasien
9.
Cuci tangan
setelah prosedur dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar